Inspirasi Part 2

Posted in Uncategorized on September 15th, 2010 by herdiyanto945810

Seorang yang hebat, mampu membuat saya tergugah hati untuk mau berusaha dan berupaya keras. Dialah sang ibu, ibu yang telah melahirkan dan membesarkan kita hingga sekarang. Yang mampu bertahan di kala anak anaknya membuat kesal, jengkel. Yang mampu memberikan kasih sayang yang tiada taranya. Terlebih cinta ibu saya kepada anak anaknya, termasuk saya. Rasa cintanya tak berkurang semenjak saya kecil hingga sekarang .

Ibulah yang dapat menjadi panutan saya melangkah dalam kehidupan. Ibu juga yang sanggup memberikan apa saja yang kita butuhkan. Ibu juga yang slalu ada saat kita senang atau susah walaupun pada kenyataannya kita tidak menyadarinya, bahkan cenderung melupakan sosok ibu ini. Tapi apapun perlakuan anaknya, yang bisa ibu lakukan hanya tersenyum dan berkata bijak agar anaknya menjadi anak yang dapat dibanggakan.

Itulah hal yang paling saya teladani dari sosok ibu. Sosok yang dapat menginspirasi saya dalam menjalani kehidupan ini. Saat saya sedang tertimpa masalah, ibu selalu ada untuk saya dan mau untuk bertukar pikiran dan memberi solusi yang terbaik bagi semua. Dan bahkan saat saya senang dan terkesan sedikit acuh, ibu tetap ada disisi saya menemani hari-hari saya .

Sungguh, sekarang pada saat saya terpisah jarak dengan ibu karena  menuntut ilmu, sosok ibulah yang selalu saya rindukan. Saya selalu teringat akan perlakuannya, kasih sayangnya dan pesan pesan bijaknya. Dan memang, omongan orang tua memang terbukti keampuhannya. Beliau selalu mencarikan solusi yang terbaik bagi saya, walaupun terkadang cenderung tak adil baginya.

Dan kini, saya akan bertekad untuk berusaha menjadi anak yang berbakti bagi orang tua, dengan selalu mendengarkan nasehat nasehat dari mereka, khususnya ibu dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Saya juga akan berusaha membuat bangga Bapak dn Ibu saya dengan prestasi yang akan saya raih di kemudian hari kelak.

Inspirasi Part 1

Posted in Uncategorized on September 15th, 2010 by herdiyanto945810

Di awal semester II, Sekolah mulai mengadakan program intensif UAN untuk membantu siswa siswanya menghadapi ujian akhir nasional. Kami diarahkan untuk fokus pada mata pelajaran yang di-UANkan. Segala macam soal, telah kami bahas dan berbagai macam pendalaman materi telah kami ikuti dengan sebagaimana mestinya.  Berbagai motivasi pun terus mengalir tak hentinya dari orang tua, guru dan antar sesama siswa.

Sampai pada akhirnya beredar undangan masuk berbagai macam universitas yang menjanjikan tempat apabila kami lulus UAN . saya pun tak ketinggalan untuk mengikutinya, walau tak semua saya coba. Dan pada saat pengumuman tidak sedikit dari teman saya yang diterima di berbagai universitas negeri. Betapa bahagia dan senangnya mereka mengingat perjuangan selama 3 tahun di sma ini terbayar sudah. Saya pun tak ketinggalan untuk terus memotivasi diri saya agar dapat meraih apa yang saya harapkan.

Dan tibalah saatnya pertempuran akbar kami sebagai siswa kelas XII. Dengan bekal pengetahuan dan doa yang kami dapat, kami berjuang sekeras mungkin demi kelulusan kami. Kami semua terus menerus berusaha dan berdoa demi kelancaran UAN dan UAS yang tengah kami jalani. Dan tibalah saatnya pengumuman kelulusan calon mahasiswa dari suatu universitas negeri yang saya ikuti. Hati saya menjadi tak karuan, menunggu detik detik paling menegangkan dalam hidup.

Dan pil pahitpun harus saya telan. Saya dinyatakan gagal menjadi calon mahasiswa suatu universitas negeri. Rasa kecewa, sedih bercampur menjadi satu. Tapi dukungan orang terdekat  terus menguatkan sehingga dapat membuat saya mengikuti ujian lainnya. Tapi rupanya keberuntungan belum berpihak kepada saya. Saya gagal untuk kedua kali dimana  pada hari tersebut merupakan hari penting bagi saya, yaitu wisuda kelulusan. Boleh dibilang perasaan saya hancur sehancur hancurnya pada saat itu, terlebih melihat makin banyak rekan saya yang diterima di universitas negeri.

Tapi perjuangan saya tidak berhenti, saya masih terus berusaha mencapai cita saya. Saya memutuskan untuk  mengikuti kembali seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Dengan modal tekad dan doa, saya mengikuti seleksi tersebut. Mental saya pun telah terlatih untuk menerima berbagai macam kemungkinan. Sembari menunggu pengumuman, saya juga mempersiapkan diri menghadapi ujian lain.

Dan pada saat mennerima pengumuman, saya pun akhirnya bisa tersenyum lebar karena saya berhasil menjadi salah satu calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri, tepatnya yaitu Institut Pertanian Bogor. Saya sungguh bersyukur dapat diterima disini. Merupakan suatu perjuangan yang berharga mengingat kerja keras saya terbayar sudah, walaupun jalannya tak semulus saya kira. Cerita ini menginspirasi saya untuk meningkatkan prestasi di IPB dan dimanapun saya berada. Semoga cerita ini juga dapat bermanfaat bagi semua.